Saturday, August 23, 2014

MH370, MH17 dan AKU !

Hati tersentuh melihat tatkala melihat siaran langsung hari perkabungan negara semasa istiadat membawa balik jenazah MH17, tiba2, fikiran ini tersentak seketika.. merasakan ada satu persamaan antara aku, tragedi MH17 dan MH370 iaitu UJIAN...

UJIAN...
Manusia merancang, namun Allah juga merancang.. dan sudah semestinya perancangan Allah jauh lebih hebat mengatasi segala perancangan manusia.. kerana itu, kita harus sedar bahawa biar serapu manapun perancangan kita, takdir Allah sentiasa mengatasinya. 

UJIAN...
Segala2nya telah ditakdirkan olehNya..  suka akan duka kehidupan ini telah pun terlakar indah dalam kitab mulia luhmahfuz... sebagai hamba, semestinya kita tidak layak mempersoalkan segala takdir yg telah ditetapkan oleh Allah.. apatah lagi kita masih lagi mengharapkan ihsan dri Allah untuk memberi kita udara untuk kita bernafas meneruskan kehidupan..

UJIAN...
Engkau datang, tetapi hati ini amat yakin pasti ada pengakhiran untuk setiap kesukaran...

Moga ALLAH memberi kita sesuatu yang amat kita harapkan.. iaitu..

KETABAHAN !

Monday, August 18, 2014

Banyak yang AKU tidak nampak !

Aku sedang bersedih,
Dan hatiku terasa sangat pedih,
Aku sedang menangis,
Dan ternyata air mataku begitu laju menitis.

Jiwaku terasa amat lelah sekali,
Seakan tidak tertanggung memikul ujian seberat ini,
namun sewaktu mengesat air mata yang tumpah bercucuran ini,
perhatianku tiba-tiba beralih arah,
seperti sesuatu yang memaksaku bermuhasabah.

BENAR!
Air mata ini jatuh dari mata yang masih mampu melihat,
Air mata ini dikesat oleh tangan yang masih lagi kuat,
Air mata ini mengalir kerana hati ini masih lgi hidup,
Lalu aku mengira nikmat demi nikmat,
dan kemudiannya tiba-tiba hatiku menjadi begitu bersemangat.

SUBHANALLAH...
Kalau satu ujian-Mu yang menggamit kesedihanku dan menghancurkan hatiku,
Ternyata masih ada beribu perkara yang masih boleh menghiburkan hatiku.

ALHAMDULILLAH...
Terima kasih, ALLAH !

#mencintai dan terus menyayangi dalam diam
#menrindui dalam untaian tasbih dan doa

:')

Thursday, July 3, 2014

Sepasang cincin itu :'(

Sepasang cincin itu..

Masihkah ia utuh bersemadi di jari kita?

Ataupun telah berganti dgn yg lainnya..

Senasib dengan barangan lainnya..

Yg telah berganti satu persatu dgn yg baru..

Dan juga senasib dengan hatinya..

Yang juga telah berganti dgn yg lainnya...

Sepasang cincin itu..

Adakah ia akan utuh di jari yg pernah di genggam waktu diri jatuh tersungkur suatu ketika dahulu..

Atau menunggu masa untuk di buang ke tempat yang paling sunyi..

Bersendirian tanpa dipakai lagi...

Sebagaimana dengan diri ini...

Sepasang cincin itu..

Adakah masih utuh? Dan terus utuh..

Di jari kecil itu... sebagai ikatan antara kami..

Aku sendiri tidak pasti nasibnya..

Adakah sama denganku, atau lebih baik dariku..

Sepasang cincin itu.............


Thursday, June 12, 2014

Move on !

Move on. Full stop.

Cinta dunia, meletihkan !

Ya Aziz..........
Jika Cinta Adalah Ketertawanan
Tawanlah Aku Dengan Cinta Kepada-Mu
Agar Tidak Ada Lagi Yang Dapat
Menawanku Selain Engkau

Ya Rohim..........
Jika Cinta Adalah Pengorbanan
Tumbuhkan Niat Dari Semua Pengorbananku
Semata-mata Tulus Untuk-Mu
Agar Aku Ikhlas Menerima Apapun Keputusan-Mu

Ya Robbii..........
Jika Rindu Adalah Rasa Sakit
Yang Tidak Menemukan Muaranya
Penuhilah Rasa Sakitku
Dengan Rindu Kepada-Mu
Dan Jadikan Kematianku Sebagai
Muara Pertemuanku Dengan-Mu
Ya Robbii..........
Jika Sayang Adalah Sesuatu Yang Mempesona
Ikatlah Aku Dengan Pesona-Mu
Agar Damai Senantiasa Kurasakan
Saat Terucap Syukurku Atas Nikmat Dari-Mu

Ya Allah..........
Jika Kasih Adalah Kebahagiaan
Yang Tiada Bertepi
Tumbuhkan Kebahagiaan Dalam Hidupku
Di saat Kupersembahkan Sesuatu Untuk-Mu

Ya Allah..........
Hatiku Hanya Cukup Untuk Satu Cinta
Jika Aku Tak Dapat Mengisinya Dengan Cinta Kepada-Mu
Kemanakah Wajahku Hendak Kusembunyikan Dari-Mu

Ya Ar-Rahman.........
Dunia Yang Engkau Bentangkan Begitu Luas
Bagai Belantara Yang Tak Dapat Kutembus
Di Malam Yang Gelap Gulita
Agar Tidak Tersesat Dalam Menapakinya

Ya Ar-Rahhim…….
Berikan Alas Kaki Buat Hamba Agar Jalan Yang Kutapaki Terasa Nikmat
Meski Penuh Dengan Bebatuan Runcing & Duri Yang Tajam
Hamba Sedar Semua Ini Milikmu Dan Suatu Saat
Jika Kau Kehendaki Semuanya Akan Kembali Jua Kepada-Mu
Hamba pasrahkan kehidupan hamba kepada-Mu...

Ya Allah, hambaMu ini berserah diri padaMu... :')


Ujian cinta Allah :')

"Allahuakbar! Allahuakbar! Allahuakbar!”

Dia mengulang-ulang zikir itu di dalam hatinya. Airmata yang jatuh berderaian sudah tidak dapat ditahan. Matanya yang selama ini payah sekali untuk mengalirkan airmata kini tumpah jua akhirnya. Airmata yang membasahi pipinya laju menuruni persis air sungai yang mengalir dalam aturan-Nya. Dia menarik nafas dalam, berusaha mengumpul kekuatan. Namun, dia tidak berjaya! Airmatanya makin laju mengalir! Dirinya tersengguk-sengguk. Tersedu-sedan dirinya menahan perasaan dan airmata. Allahuakbar! Lemah sungguh dirinya waktu itu.

”Ya Tuhanku, ujian apakah ini Ya Allah?????”

Hatinya bermonolog dengan Tuhan-Nya. Sepi. Tiada jawapan yang diterimanya.

”Ya Tuhanku, jawablah pertanyaanku Ya Allah!!”

Hampir gila dibuatnya tatkala tiada suara yang menjawab persoalannya.
Sepi lagi. Dia menangis lagi. Kali ini lebih kuat. Allahuakbar! Dia benar-benar lemah. Tangisan berlagu duka itu bisa meruntunkan hati sesiapa sahaja yang mendengarnya.

”Ya Allah Ya Tuhanku, aku mohon Ya Allah, tolonglah aku Ya Allah, tolonglah aku. Aku tidak punya sesiapa melainkan-Mu Ya Allah. Allahuakbar, Allahuakbar. Ujian apa lagi kali ini Ya Allah? Ujian apa lagi? Allah, aku lemah Ya Allah, aku lemah. ”

Deraian demi deraian airmatanya membasahi pipinya. Bajunya sudah lecun dek airmata yang membanjiri wajahnya. Dia merenung ke luar jendela. Awan masih lagi menangis membasahi bumi barakah. Makin kuat tangisannya tatkala melihat hujan. Dia merasa seakan alam memahami dirinya tatkala itu.

”Ya Allah, jawablah aku Ya Allah!”

Kali ini dia benar-benar merasakan dia hampir gila dek kebisuan itu!

”Aaaaaaarrrrrrrrgggggggghhhhhhhh!!!!”

Dia menjerit lantang. Namun, hanya dinding yang menjadi teman setianya. Tiada insan lain waktu itu. Dirinya sudah tidak tertahan lagi. Dia tersungkur jua akhirnya. Dia terduduk, menangis tersedu-sedan.

”Kenapa aku Ya Allah? Kenapa harus aku?”

Teresak-esak dirinya. Wajahnya menunduk. Dia membiarkan airmatanya jatuh membasahi lantai kamarnya.

”Aku mohon Ya Allah, jawablah persoalanku Ya Allah.”

Tatkala itu, terdengar sayup-sayup suara sang muazzin melaungkan takbir agung-Nya.

”Allahuakbar,Allahuakbar.Allahuakbar,Allahuakbar.
Ashaduallailahaillallah,ashaduallailahailallah.
Ashaduannamuhammadanrasulullah,ashaduannamuhammadanrasulullah.
Hayya’alassolah,hayya’alassolah.
Hayya’alalfalah,hayya’alalfalah.
Allahuakbar,allahuakbar.
Lailahaillallah. ”

Allah! Tersentak dirinya dek laungan agung itu. Dia mengangkat wajahnya mencari suara itu. Sayup-sayup kedengaran dalam renyai hujan yang berpanjangan suara muazzin melaungkan ayat Quran. Kali ini dia benar-benar tidak berdaya. Dirinya berpaut pada jendela.

”Allah, inikah jawapan-Mu?”

Dia cuba menahan sendu. Dia memejamkan kelopak matanya, kembali menarik nafas dalam mengumpul kekuatan. Tiba-tiba qalbun soghirnya berbisik, ”inilah jawapan Tuhanmu..”

Dia membuka matanya. Terkejut dek suara hatinya. Dia menggeleng-geleng menafikan. Bukan itu jawapan yang dia inginkan! Namun, hatinya terus berbisik sehingga dia merasakan suara hatinya bergema bukan hanya dalam hatinya malah di dalam kamarnya! Dirinya cuba bertenang. Dia memasang telinga mendengar kembali bait-bait bicara hatinya. Tapi, tetap jawapan yang sama diperolehnya. Kali ini dia tewas. Mungkin benar kata hatinya. Inilah jawapan kepada persoalannya. Lalu, dia menggagahkan diri menuju ke kamar mandi, mengambil wudhuk, menyucikan diri untuk mengadap Sang Ilahi.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Dia memakai telekung solatnya. Air mukanya jernih dek wudhuk yang menghiasi wajahnya. Dia menghamparkan sejadah miliknya. Gambar Ka’bah menggamit dirinya. Dia menahan rasa di hati. Hatinya berdebar-debar untuk mengadap Sang Ilahi.

”Ya Allah, layakkah aku berhadapan dengan-Mu?”

Suara hatinya menyepi. Tidak memberikan jawapan yang pasti. Namun, demi tuntutan Ilahi, yang wajib itu tetap wajib. Lafaz Bismillah menghiasi bibirnya. Dia mengangkat TakbiratulIhram, mengagungkan Tuhannya, Allah Azza Wajalla.

——————————————————————————————

Usai memberi salam, dirinya menangis. Hatinya sudah tidak tertahan lagi. Ya Allah, lemah sungguh dirinya. Dirinya tidak punya kekuatan. Lalu, dia kembali berdiri, segera untuk menunaikan solat sunat taubat dan solat sunat hajat. Berharap agar Allah memberikan dirinya petunjuk dan kekuatan. Tatkala dahinya mencecah hamaparan sejadah, hatinya meruntun hiba. Perasaannya sudah tidak tertahan lagi. Airmatanya membasahi hamparan sejadah. Allah, dia merasakan dirinya begitu dekat dengan Penciptanya. Dia tidak berdaya untuk bangun dari sujudnya kerana dia merasakan dirinya begitu kerdil di hadapan penciptanya. Lama dia sujud, menangisi dirinya. Dia tidak hiraukan kakinya yang sudah mula lenguh dek sujudnya yang lama. Namun, kudrat insan, akhirnya dia bangun dari sujudnya dan menyempurnakan salamnya. Matanya sudah bengkak. Sejadah dan telekung solatnya sudah basah. Namun airmatanya masih lagi tidak kering. Alunan zikir membasahi lidahnya.

”Lailahailallah, Lailahailallah, Lailahailallah, Lailahailallah..’‘

Airmatanya makin laju. Dia menadah tangan untuk berdoa.
Terketar-ketar jari-jemarinya menadah tangan untuk meminta pada Yang Maha Esa.

” Ya Allah Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku datang Ya Allah.
Ya Allah, aku tahu ujian ini tanda Engkau mengasihi aku Ya Allah.
Ampunilah segala dosaku Ya Allah.
Sesungguhnya aku khilaf.

Ya Allah, ampunilah aku kerana aku telah melampaui batasku
sebagai hamba-Mu Ya Allah.
Ampunilah aku kerana aku telah menzalimi diri aku Ya Allah.

Ya Allah Ya Rahman, berikanlah aku kekuatan-Mu Ya Allah.
Sesungguhnya tiada kekuatan lain selain dari-Mu.
Sungguh Ya Allah, aku lemah. Aku tidak berdaya.

Namun Ya Allah, aku bersyukur kepada-Mu.
Tatkala diriku hanyut, Engkau datang menyedarkanku.
Tatkala diriku rebah tersungkur, Engkau datang memautku.
Tatkala diriku lemah, Engkau datang membelaiku.

Ya Muhaimin, sungguh aku tidak dapat lari dari cinta-Mu.
Semakin jauhku dari-Mu, semakin dekat Kau menghampiri daku,
Semakin cuba ku dekati, semakin kuat Kau mendugai aku.

Ya Allah, sesungguhnya aku hamba-Mu yang kerdil lagi hina.
Sesungguhnya hati ini milik-Mu. Sesunggguhnya jiwa ini milikmu.
Dan sesungguhnya segala-galanya adalah milik-Mu Ya Allah.

Ya Allah, kali ini aku redha di atas segala ketetapan-Mu Ya Allah.
Aku tidak seharusnya mengeluh Ya Allah, kerana aku tidak berhak.
Aku hanyalah ciptaan-Mu Ya Allah, hanyalah hamba-Mu yang hina.

Ya Rabbi, aku mohon dengan-Mu dengan penuh keampunan Ya Allah.
Aku datang kepada-Mu dengan penuh pengharapan Ya Allah.
Engkau peganglah hati ini kepada-Mu, jangan biarkan ia lalai lagi Ya Allah.
Jangan kotorkannya lagi Ya Allah. Jauhilah aku dari berputus asa dengan-Mu.
Aku mohon, jangan palingkan aku dari-Mu.

Aku mohon Ya Allah, aku mohon, jadikanlah aku hamba-Mu.
Jadikanlah aku sebenar-benar hamba-Mu Ya Allah.
Tiada yang lain melainkan-Mu Ya Allah.
Hanya kepada-Mu aku bergantung harap.
Dan hanya kepada-Mu aku bersujud.

Kuatkanlah imanku dan hatiku untuk menghadapi setiap ujian-Mu.
Rabbana aatina fiddunya hasanah, wafilakhiroti hasanah, waqina azabannar.
Wassollallahualasayydinamuhammad, wa’ala alihi wasohbihiwassalam,
Walhamdulillahirrobil ‘alamin.”

Lantas dia kembali sujud dan menangis di atas hamparan sejadah miliknya. Penghambaan dirinya tertumpah di situ. Sungguh dia tidak punya kekuatan selain kekuatan Cinta Illahnya. Hanya kepada Dia, dia memohon dan meminta segala-galanya. Dia tahu dan dia sedar, dia tidak boleh mengalah. Dia harus menghadapi setiap ujian Tuhan kepadanya. Dia harus kuat menempuhinya. Dia sedar dalam mencari redha dan cinta Ilahi, pelabagai mehnah ujian harus dia hadapi. Dia harus menguatkan diri, jika tidak dia akan tersungkur sebelum menjadi sebenar-benar dai’e. Iya, dia harus kuat untuk menyeru kepada hamba-hamba Ilahi yang masih lagi meraba-raba dalam kegelapan duniawi. Jika dia tidak kuat, bagaimana dia ingin menyeru? Saudara-saudaranya perlu diselamatkan.

Tapi, dia juga sedar dia punya kekurangan dan tidak sempurna. Memang dia tidak akan pernah cukup dan sempurna namun sebagai hamba dia tetap bersyukur. Dia bangun dari sujudnya. Dia menggenggam tangan kanannya dan meletakkan tangannya di dada kirinya.

”Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar.”

Dia mengulang-ulang kalimah agung itu. Nafasnya ditarik. Matanya dikatup rapat. Kekuatan Ilahi mula meresap dalam jiwanya. Hatinya kini semakin tenang. Jiwanya semakin kental. Dia membuka matanya perlahan-lahan. Alis matanya basah dek airmata miliknya. Dia berpaling ke kanan. Di suatu sudut kanan, dia melihat ada sesuatu yang bercahaya di atas mejanya. Lantas dirinya bangun menggapai ”cahaya” itu. Diciumnya dengan penuh syahdu. Itulah cahayanya dunia akhirat. Mushaf AlQuran NulKarim. Dia membuka mushafnya perlahan-lahan. Tangannya terketar-ketar. Dadanya berdebar-debar. Tatkala kalimah-kalimah Tuhannya menjamah matanya, dia terduduk. Terasa lemah. Dia kembali menangis. Ya Allah, sudah lama benar dia tidak membaca mushaf itu! Sudah berhabuk di dalamnya. Dia beristighfar.

”Ya Allah, ampunilah aku. Aku ingin menjadi dai’e tapi aku lupa menyentuh kalam-Mu Ya Allah. Aku hamba-Mu yang berdosa Ya Allah, ampunilah aku Ya Allah, ampunilah aku..”

Airmatanya tidak sudah-sudah keluar seakan tidak mahu berhenti. Awan masih lagi menangis. Menangis bersama hamba Tuhan yang sedang mencari redha-Nya. Dia menarik nafasnya lagi. Kali ini dalam sekali. Dia menghembuskan nafasnya perlahan-lahan. Dia merenung kalimah-kalimah agung Tuhan Semesta Alam, Allah Azza Wajalla.

”Berikan aku kekuatan Ya Allah..”

Kali ini dia nekad. Dia akan kuat menghadapi apa jua ujian Allah untuknya. Dia sudah menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Sang Ilah. Dan dia tidak akan sesekali meninggalkan ”cahaya” nya itu. Allahuakbar, berikanlah petunjuk dan kekuatan!

Dia tahu, dia adalah seorang pendosa; yang tidak terhitung dosa besarnya. Namun dia juga tahu, Allah Maha Pencinta, Maha Pengampun, dan Maha Menerima Taubat hambaNya. Dan dia terus teguh berpegang pada satu kekuatan. Kalimah Tauhid “La ilaha illallah” Tiada Tuhan Yang di sembah melainkan Allah. Dan akan terus kukuh percaya pada satu kekuatan; “la hawla wa la quwwata illa billah” Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan kekuatanNya.

“Dan apa jua yang menimpa kamu dari sesuatu kesusahan (atau bala bencana), maka ia adalah disebabkan apa yang kamu lakukan (dari perbuatan-perbuatan yang salah dan berdosa); dan (dalam pada itu) Allah memaafkan sebahagian besar dari dosa-dosa kamu.”
(Surah Asy- Syura ayat 30)

Friday, June 6, 2014

Ujian :'(

Dlm hidup ni....
Mmg suatu fitrah kita diuji...sbb siapa kita?
Kita bukan sesiapa...
Kita hanyalah seorang hamba Allah yg meletakkan pergantungan kuat pd Allah...

Maka layaklah Allah menguji kita...
Dgn asbab mndekatkn diri kita...
Dan semakin kuat meletakkan pgantungan pd Dia...

Shbt syg ...
Kdg2 manusia mmg diuji apabila senang...dan apabila dia susah...
Bkn dlm bayangan kita utk terus hidup dalam senang...x diuji...

Pndgn ujian tu sbgai KASIH SAYANG Allah..
Allah mahu menegur kita dr teguran shbt2 kita...

Kdg2 kita berada di atas.
Dipandang mulia org..
Disanjung tinggi jemaah..
Tp sedarlah...saat itu saat yg paling kuat ujiannya..
Sbb pd msa tu kita boleh hilang siapa diri kita sbnr...blh dtg segala sifat mazmumah naudzubillah spt takbur ..riak ...smbong...rsa dimuliakan..
Msa ni kita benar2 diuji sbb diri rsa lbh baik dr yg lain..dan mula mnghukum org itu dan org ini....

Hati2....
Sbb syaitan dah mula mnyucuk2...

Jd biarlah jd org yg berilmu yg smakin berilmu..smakin muhasabah diri...
Smakin mnginsafi ksilapan lepas...dan kurangkn lah dlm bab2 mnghukum..

Berbalik pd FB..
Memang medan fitnah kuat di FB...
Yg bkwn baik pun blh jd gaduh..dsbbkn status2 yg mereka update bkaitan dgn kita atau yg kita kenali..

Jd kita...
Apa peranan kita dlm nk hadapi..
Jgn lawan mcm mna depa buat...kalau x...kita 2x5 dgn org yg kita pndg xbaik pbuatan dia...

Diam...
Tu sebaik2 jalan...
Jalan mnjaga lidah dr trus mnerus menyakiti
Terus mnerus memusuhi...
Terus mnerus smpai trputus silaturrahim...

Bukan xda org tulis status mnghina dri kita...
Tp cuba kita jgn update mcm mna shbt kita update.....sbb bnda ni buat lg pjg...
Dan sntiasa mmusuhi...
Mmg dlm hati rsa nak je update abis2an ckp balik psl dia...n nk backup diri kita blik supaya org xnmpk kelemahan kita atau fitnah org thdp kita...

Tp tu bukan sikap kita org Islam...
Mrh mmg mrh...tp sebaiknya kita cuba jga jari kita dr melawan balik..
Nk ikut cra baik...trus msg sndri dia...Private msg dan bincng...itu sebaik2 pbincngn...
Kalau xmmpu utk bincng cra baik...
DIAM Dan maafkan...

Pcayalah....
Kalau tnyata kita di pihak benar..Pasti Allah adakan jalan kluar pd kita...
Dr arah jalan  yg kita x sangka2....

Wallahualam...
Maaf byk bckp sini...
Tp cuma nk bkngsi...sbb apa pkngsian yg dikngsi...pnh menjadi pengalaman pd diri ni...

Kita xmmpu utk ubah keadaan dgn mengubah org lain...
Tp ubahlah keadaan tu dgn prubahan pd diri n sikap kita sndri...